Halaman

Rabu, 04 April 2012

CAMPING BUKIT PAMUJAN – BANTARSARI, CILACAP EPISODE – 1

CAMPING BUKIT PAMUJAN – BANTARSARI, CILACAP
EPISODE – 1


Triyanto , Kusno Dwi Purnomo

    sabtu ini adalah hari terakhir ulangan tengah semester 2 di SMA PGRI 04 GANDRUNGMANGU – CILACAP, Saat ini aku duduk d kelas 1B. ketika istirahat pertama, aku berbincang2 dengan teman-teman d teras kelasku mengenai rencana ku pergi CAMPING, awalnya tidak ada yang merespion, namun tanpa di duga, datanglah kusno menyambut baik rencana saya.
Kami merencanaklan akan pergi ke bukit pamujan di kec. Bantarsari sore ini, kami mulai menyusun dan menentukan apa yangb akan di bawa untuk naik bukit dan bermalam di sana. 

    bunyi bell akhir UTS II d bunyikan, saya bergegas pulang ke Asrama polsek Gandrungmangu untuk packing, dan pulang kerumah untuk mengambil bekal dan pamitan kepada orang tua. Pukul 16.30 saya berangkat ke polsek, dengan menerjang hujan yang turun sejam yang lalau, dan sampai polsek pukul 17.00, namun hingga jam 17.30 kusno belum datang, walau cemas dan bingung kalu rencana ini gagal, saya tetap packing peralatan dan bekal. Saaya pinjam Tenda milik SAKA BHAYANGKARA. Jam 17.45 kusno datang dalam keadaan basah kuyup, karena nekad menerjang hujan yang begitu lebat sore itu, walau sejak pagi cuaca sangat panas. 

     Jam 18.00 hujan mualai reda, kami berangkat, dengan harapan hujan tidak turun lagi.dengan jalan kaki, kami tempuh jalur perkampungan, namun nasib baik menghampiri kami, hujan lebat kembali turun,namun ini tidak membuat langkah kami terhenti, raincost kami pakai dan tetap melaju dengan santai meskipun dingin memeluk kami. Pukul 20.00 dalam hujan yang tidak turun , kami sampai di kampung medeng yakni kampung ke2 sebelum kampung terakhir menjuju bukit pamujan. 30 menit kemudian, sampailah kami di desa medeng tempel. Kampung terakhir d kaki bukit pamujan-bantarsari, tanpa istirahat dan tetap sunyi kami mulai masuk kedalam hutan yang begitu gelap. Tanpa tahu arah, kami tetap melaju dan mengikuti jalan yang memisahkan vegetasi jati dan pinus. Jalan licin, menanjak, berlumpur, kadang terdapat genangan air tetap kami lalui dengan pelan. Track ini memang cukup berat, sa,ma sekali tidak ada bonus track , beberapa kali kami harus berhenti dan menarik nafas.

    setelah berjalan selama 35 menit dari desa medeng tempel, dengan melewati track yang berat , kami sampai d tempat yang terlihat lapang, dan datar oleh sinar bulan yang redup dan yang terlihat di sekeliling hanya samara-samar. Karena mempertimbangkan kondisi fisik dan waktu yang sudah pukul 21.05, kami memutuskan untuk mendirikan tenda d tempat lapang ini, sebuah gundukan kecil namun datar kami putusan sebagai tempat kami mendirikan tenda. Karena tenda yang kami gunakan adalah tipe tenda kemah dan tidak membawa tiang, kami terpaksa mendirikan tenda dengan mengikatkan pada dua buah pohon yang berdampingan. Waloaupun tidak terlalu kokoh, namun nyaman dan tentunya aman dari pelukan angin gunung di malam ini yang begitu dingin dan menusuk tulang. Kami nikmati sisa malam ini, dengan menikamati roti kering dan sedikit canda tawa. Karena fisik yang lelah, kami bergegas tidur walau tidak mudah untuk terlelap karena guyuran hujan yang datang sesaat.




SAYA AKAN TETAP MELANGKAH.

MESKIPUN HARUS MELEWATI TEPI JURANG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar