Halaman

Selasa, 10 April 2012

Gunung Merbabu


Gunung Merbabu


Jalur Thekelan
A. Transportasi
Semarang – Ungaran – Salatiga – Kopeng – Thekelan.
 
B. Informasi
 
1. Basecamp
Di jalur thekelan terdapat basecamp yang dapat digunakan oleh para pendaki untuk bermalam. Pendaki juga memesan makanan dan minuman serta menitipkan motor di basecamp
2. Registrasi
5 Ribu / Orang
3. Waktu Tempuh
7 – 8  jam perjalanan
4. Mata air
Pos 1 dan kawah merbabu
 
C. Pendakian
 
Basecamp – Pos 1
Pertama tama pendaki akan melewati perkebunan penduduk. Setelah itu pendaki akan sampai pada sebuah pertigaan. Ambil jalan ke arah kanan yang menanjak dan jangan mengikuti jalan yang lurus dan datar. Pendaki akan mulai berjalan mengikuti jalan setapak di hutan yang tidak terlalu lebat. 45 – 60 menit kemudian pendaki akan sampai di pos 1 atau sering di sebut pos pending. Di kiri jalan sekitar 15 meter sebelum sampai di pos pending pendaki dapat mengambil air. Di sini terdapat sebuah bangunan pos yang bisa digunakan pendaki untuk bermalam
 
Pos 1 – Pos 2
Di depan pos pending ada sebuah pertigaan. Untuk menuju pos 2 pendaki harus mengikuti jalan yang sebelah kiri. Pendaki akan terus berjalan hingga menyeberangi sungai kecil. Setelah itu Jurang akan selalu menemani pendaki di sisi lintasan. Pemandangan di sini ketika malam hari sangat luar biasa karena tampak lampu kota salatiga dan ungaran yang begitu mempesona. 60 menit kemuudian pendaki akan sampai di pos 2. Di pos 2 ada sebuah bangunan yang bisa digunakan pendaki untuk berteduh dari hujan. Di depan pos 2 ada sedikit tanah datar yang bisa digunakan untuk membuat beberapa tenda
 
Pos 2 -  Pos 3
Jalur yang dilewati untuk sampai di pos 3 cukup rimbun dan tidak terlalu menanjak. 60 menit kemudian pendaki akan sampai di pos 3. Di pos 3 juga ada sebuah bangunan yang mulai rusak yang dapat digunakan pendaki untuk berteduh. Saat sampai di pos 3 pendaki akan menemukan sebuah pertigaan jalan. Untuk menuju ke puncak pendaki harus mengikuti jalan ke arah kanan yang menanjak
 
Pos 3 – pos 4
Menuju pos 4 jalan jalur yang dilalui tak se landai jalur jalur sebelumnya. 60 – 90 menit kemudian pendaki akan sampai di pos 4. Di kawasan ini hanya ada tanah datar yang sangat luas di tengah hutan dan tidak terdapat bangunan apapun yang bisa di singgahi
 
Pos 4 – pos 5
Menuju pos 5 pendaki akan melewati hutan yang lebih lebat dari jalur sebelumnya. Jalur akan dihiasi dengan vegetasi rumput yang cukup lebat di sela sela hutan. Setelah keluar dari hutan pendaki akan melihat sebuah pemancar di ujung bukit sebelah kanan. Pos 5 juga sering di sebut dengan pos pemancar karena terdapat pemancar di atasnya
 
 
 
Sekitar 60 menit dari pos 4 pendaki akan sampai pada kawasan yang disebut watu gubuk. Di sini banyak batu batu besar yang berdiri gagah. Di sebelah kiri jalan pendaki akan melewati sebuah batu yang sangat besar dan terdapat gua di tengahnya. Gua tersebut dapat digunakan oleh 2 – 3 orang untuk berteduh ketika hujan. Perjalanan dari watu gubuk ke pos pemancar adalah perjalanan paling berat sepanjang pendakian gunung ini. sekitar 45 menit kemudian pendaki akan sampai di pos pemancar
 
Pos 5 – Puncak kentengsongo
Pendaki harus naik turun bukit untuk sampai di puncak kentengsongo. Perjalanan ke puncak kentengsongo adalah perjalanan terindah di gunung ini. Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Puncak kentengsongo adalah 1 dari 7 puncak gunung merbabu.
 
Beranjak dari pos pemancar pendaki akan mengikuti jalan yang menurun di sela sela rerumputan hijau yang indah. Pendaki akan sampai pada sebuah tugu perbatasan yang sering di sebut pos helipad. Tempat ini adalah pertemuan jalur thekelan dengan jalur wekas. Setelah sampai di pos helipad pendaki harus melewati jembatan setan yang terkenal di gunung merbabu. Jalan yang di lewati membentang di atas belerang putih yang berbau menyengat 
 
 
Setelah itu pendaki akan melihat sebuah kawah kecil di sisi kiri jalan. Beberapa langkah setelahnya pendaki akan kembali melihat kawah yang lebih besar dan dalam di sisi kanan jalan. Pendaki dapat mengambil air di kawah tersebut. Pendaki harus mengikuti jalan menurun ke kawah sekitar 15 menit. Setelah sampai di kawah pendaki tidak bisa mengambil sembarangan air karena air tersebut adalah air belerang. Pendaki harus mengambil air dari pipa kecil di sekitar kawah.
 
 
Setelah terus mendaki maka pendaki akan sampai pada sebuah pertigaan. Jalan yang menanjak ke arah kiri akan membawa pendaki ke puncak syarif yaitu puncak tertinggi ke-2 setelah puncak kentengsongo. Untuk menuju puncak syarif diperlukan waktu sekitar 10 – 15 menit dari pertigaan. Untuk sampai di puncak kentengsongo pendaki harus mengikuti jalan ke kanan yang tidak terlalu menanjak . Setelah itu pendaki kembali akan menjumpai sebuah pertigaan. Pendaki harus mengambil jalan yang berbelok ke kiri dan melipir jurang karena jalan yang lurus dan menanjak akan membawa pendaki ke puncak rondorante. 
 
 
 
Setelah melewati puncak rondorante maka pendaki dapat melihat puncak kentengsongo yang tampak gagah berdiri. Beberapa menit menjelang puncak jalanan akan sangat terjal dan menantang  nyali. Setelah itu pendaki akan sampai pada kawasan puncak kenteng songo. Namun perjalanan belum usai. Pendaki harus melanjutkan perjalanan ke puncak tertinggi yang sering di sebut puncak trianggulasi. Meski terlihat jauh namun pendaki hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit untuk sampai puncak trianggulasi. Dari puncak terlihat gunung merapi yang berdiri gagah menjulang. Di puncak trianggulasi inilah bertemunya jalur thekelan dengan jalur selo.
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar