Halaman

Rabu, 04 April 2012

CAMPING PAMUJAN EPISODE 2

CAMPING PAMUJAN EPISODE 2

    hari sabtu ini, aku, sihun , rojiman, dan riyanto berangkat dari gandrungmangu jam 2 siang.
dalam perjalanan, kami berhenti paacking dirumah sihun beberapa mie instan, kopi, gula, kami siapkan,  Tidak lupa satu ekor ayam kami beli untuk d bakar nanti malam.

Sesesai packing, perjalanan kami lanjutkan dengan motor . sesampainya d desa mujan,kami berhenti dirumah teman sihun untuk menitipkan motor, kebetulan hanya berjarak 1 km dari batas hutan. Kami langsung berjalan menuju hutan , saya berjalan dengan tas penuh perbekalanm d punggung, sihun membawa tenda, riyanto membawa 1 jerigen air kemudian rojiman dengan seekor ayam d taanganya.


    setenga jam berjalan di tengah hutan, tenaga sudah terkuras dan keringat bercucuran, track awal ini lumayan menantan, menanjaak total tanpa bonus. Sihun yang berjalan di belakangku sudah bersandar paada pohon pinus, riyanto ikut menyusul duduk d bawah pohon aku sedangkan rojiman terlihat masih tangguh dan belum menyerah, ku teguk air untuk membasahi kerongkongan sambil menikmati tamparan terik matahari sore ini. Aku ajak rojiman untuk kembali melangakah , naamun dia masih menunggu sihun dan riyanto. Akhirnya aku beranjak naik sendiri sekitar 100 meter dari tempat istirahat ke tiga temanku. Karena Aku masih ingat ada sebuah tempat datar dan lebih nyaman untuk istirahat dari tempat tadi. Disebuah tempat datar dengan persimpangan setapak d depanku , aku duduk dan mencoba meluruskan kakiku, akhirnya ketiga temanku muncul, kuambil gambar mereka, raut wajah kusam dan terlihat lemas.

    kuajak mereka tetap melangkah, kali ini aku memilih berjalan d belakang , setidaknya untuk mengimbangi ketiga temannku agar tidak ketinggalan lagi.  ku sempatkan menatap ke belakang ,  dari kejauhan terlihat haamparan sawah d belakang kami, sebuah jalan yag terlihat sangat kecil dan sekumpulan rumah yang berkelompok, namun ketika aku kembali menatap kedepan kami berjalan , sebuah gundukan tanah pepohonandan batu masih teramat tinggi  namun terlihat ada d hadapan kami. Kaali ini giliran aku meraasakan kalki yaang terasa beraat untuk melangkah, namun semaangat ku maasih tetap membaara, sihun kembali  istirahat aku mengikutinyaa dengan menghentikan langkah disusul riyanto dan rojiman.

    p-erjalanan naik kami lanjutkan, treck nanjak tetap  menemani kami. Akhirnya seteah berjalan 15 menit dari tempat istirahat terakhir, sebuah tanah tertinggi bukit ini kami tapaki, keindahan sore ini teramat nyata, hembusan angin menerpa badan kami hingga lelah pun terasa hilang, kulihat di utara kami kumpulan bukit yang menajang dan tepak di bawah kami sebuah juran yang teramat dalam, dan desa citembong terlihat d dasar jurang. Matras kami pasang d tempat ini, santai sore ini kami nikmati, beberpa maakan kami buka, tidaak lupa kami mengabadikan momen ini.
riyanto mulai membaakar tembakau, aku cukup melihat dan menikmati indaahnya alam sambil makan apa yang aada.  Rojiman berjalan menjauh terlihat, dia menghampiri sebuah gubug kecil tepat d bawah kami. Dia mengatakan gubug itu bisa kita jadikan tempat untuk tidur malam nanti.

malam mulai menjemput, gubug kecil ini terasa nyaman untuk bermalam, d sini juga ada kayu bakar yang mempermudah kami untuk membuat api, ayam mulai d olah oleh rojiman, kelihatanya urusan bakar ayam , rojiman dan sihun terlihat mahir, ku siapkan rantang kecil untuk memasak air, 4 gelas plastik aku isi dengan kopi ABC . ayam bakar masih dalam proses pembakaran , kopi panas kami nikmati dengan ditemani makanan pengganjal perut. Ayaam bakar terlihat coklat tua, dan aroma sudah mencumbui hidung kami. Tanpa ayam bakar d letaakaan pada piring , kami menikamati ayaam yang terasa sangat nikmat, meski dalaam cahaya yang samar2. Malam mulai larut, namun kami belum beranjak tidur, karena rintik air turun dari atas kami , dan berubah mejadi guyuran air . angin malam gunung ini bercampur hujan membuat kami dingin, untung saja hanyaa setengah jam saja hujan menemani malam ini.


    kami berusaha merebaahkan badan pada tikar , berusaha memejamkaan mata, namun sulit rasanyaa maataku untuk menutup, kulihat wa,ktu d hp sony miliku, terlihat 00.30 . sepertinya ketiga temanku sudah menikmati mimpinya, keheningan membuat aku lupa dan ketika kusadari matahari sudah terlihat sinarnya d ujung timur. Tanpa mimpi malam ini, aku cuci muka dengan air hujan semalam, kunikmati hembusan lembut pagi ini, terlihat sekelilingku kabut tipis dan perlahan menghilang. Aaku bersama meletakan tikar pada tempat datar d puncak dekat dengan jurang, disusul riyanto dan rojiman membawa sebungkus makanan dan koppi hangat, sementara sihun masih melaksanakan misi khusus menetralkan isi perut d bawah pohon jati. Terlihat sihun dengan senyumnya menghampiri kami bertiga yang sedang bercanda tawa, dan ikut duduk d sampingku jam d hp ku menunjukan 08.00 namun kami masih tetap tdk mau beranjak dari tempat ini, serasa ingin tetap di sini. Karena panas mulai menyapa , kami putuskan untuk packing dan beranjak pergi.

    kami berjaalan menyusurri tepi jurang ke arah baarat menuju hutan pinus yang jaraknya sekitar setengah km, kami berencana pulang melewati hutan pinus dengan membuka jalur baru. Naumun lamngkah kami terhenti d sebuah puncak kecil namun cukup tinggi, kami temui sebuah batu semen di ujungnya, kami menduga ini adalah titik tertinggi bukit pamujan, namun batu itu sudah hancur dan hanya sedikit sisa. Kalo ku ambil kamera d saku , dan ku foto sekeliling . setengah jam kami d sini, perjalan yang tertunda kami lanjutkan kembali, khirnya hutan pinus kami masuki, masih tetap tepi jurang yang menjadi tempat berpijak. D sini aku memikirkan jalur yang akan d ambil, karena saya pernah masuk hutan ini sendirian tetapi belum sampai puncak, aku pikirkan ada sebuah jalan ecil d tengah hutan ini. Ku putuskan untuk potong kompas dengan mengandalkan insting , turun bukit kearah selatan , udara cukup dingin dengan kicau burung di kanan kiri. Aku berjalan paling depaan untuk membuka jalur, sihun dibelakangku disusul rojiman dan riyanto. Akhirnya kutemui sebuah aliran air kecil kami masih berjalan menyebrerangi sungai ini, karena dalam ingatanku, jalur ada d seberang sungai. Setelah berjalan sekitar 40 menit tanpa tahu jalan, akhirnya kami temui jalur kecil, yang cukup baru dan kami istirahat sebentar untuk mengumpulkan tenaga . kali ini sihun berjalan didepan disusul riyanto kemudian aku dan rojiman dibelakangku, hingga kami berjalan pada jalan yang cukup lebbar d hutan ini, 20 menit berlalu, kaami temui sebuah tempat datar yang sebelumnya pernah aku datangi , yang aku jadikan jalur untuk turun. Kami kembali istirahat, tas d pundaku aku turunkan , kuminum sedikit air untuk menghilangkan dahaga.

usai istirahat , kami kembali berjalan menuruni bukit dengan mengikuti jalur yang cukup curam dan licin, sempat kami harus berguling2 karena terpeleset . 30 menit berjalan,sampailah kami di curug pamujan. Kami langsung cuci kaki dan membersihkan peralatan yang kotor karena hujan tapi malam, tidak lupa perlengkapan masak yang belum sempat d cuci. Usai bersenang-senang di curug, aku dan ketriga temanku bergegas menuju rumah teman sihun untuk mengambil motor. Namun setibanya kami di sana, pemilik rumah tidak ada , kami memanggil berulang kali namun tidak ada jawaban dari dalam rumah. Karena kami tidak mungkin meninggalkan motor dan pulang jalan kaki sampai gandrungmangu, akhirnya kami memutuskan menunggu pemilik rumah pulang dengan tiduran di tepii sungai dekat rumah itu. Namun 1 jam berlalalu belum ada tanda2 pemilik rumah, bahkan hingga jam 12 siang atau di jam ke 3 masih saja sama. Karena kami mulai bosan, akhirnya rojiman mencoba mengetuk pintu lagi, namun masih sama. Dalam p[utus asa yang semakin menghantui , terlihat sesosok wanita cantik membuka pintu rumah itu dari daalam , terlihat wajah yang kusam karena baru baangun tidur.kami semua tertawa karaena teman sihun ada di dalam rumah dan sedang tidur, saya sebenarnya merasa kesal namun juga ingin tertawa. Menunggu 3 setengah jam , mnamun sebenarnya yang d tunggu ada d dalam rumah.

    karena sudah capek dan bosan, kami langsung mengambil motor dan bergegas memacu motor menuju rumah sihun, sesampainya dirumah sihun kami langsung membongkar tas dan mebereskanya, rojiman mendapat bagian masak mie, riyanto bergegas mandi sedangkan sihun mondar – mandir mengembalikan peralatan yang dia pinjam di rumah tetangganya. Kebetulan ayah sihun tidak berapa d rumah, jadi kami terasa nyaman dan serasa rumah sendiri.  Usai makan, semua langsung tidur, karena capek yang menggerogoti badan .

SAYA AKAN TETAP MELANGKAH
MESKIPUN HARUS MELEWATI TEPI JURANG

next camping puncak pamujan epsisode 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar