Gunung Lawu
Jalur Cemara Sewu
A. Transportasi
Semarang – Solo – karanganyar – tawangmangu – cemara sewu
B. Informasi
1. Basecamp
Di jalur cemara sewu pendaki biasanya beristirahat di pos perijinan pendakian. Pendaki dapat menitipkan motor di tempat tempat penitipan motor di sekitar pos perijinan. Pos perijinan terletak tepat di pinggir jalan raya 4 lajur Solo – Magetan. Dari jalan para pendaki dapat melihat Gerbang pendakian cemara sewu yang terlihat kokoh berdiri
2. Registrasi
5 Ribu / Orang
3. Waktu Tempuh
6 - 7 jam perjalanan
4. Mata air
Mata air hanya terdapat di Pos 5. Mata air tersebut sering di sebut dengan istilah sendang derajat
C. Pendakian
Basecamp – Pos 1
Setelah melewati gerbang cemara sewu pendaki langsung memasuki kawasan hutan cemara. Jalan yang di lalui pendaki terbuat dari jalanan setapak yang tersusun rapi oleh batu. 15 menit berselang pendaki akan melewati sebuah shelter yang digunakan warga untuk menampung sayuran di kiri jalan. Mobil truck dan pick up pun masih bisa mencapai kawasan ini.
Setelah itu pendaki akan memasuki area perkebunan. Tak lama kemudian pendaki akan sampai pada sebuah shelter yang terletak di kanan jalan. Pendaki dapat mengambil air di belakang shelter. Tak lama setelah melewati shelter pendaki akan sampai di pos 1 yang terletak di kanan jalan. Di pos 1 terdapat bangunan yang dapat di gunakan pendaki untuk bermalam. Total perjalanan dari basecamp ke pos 1 menghabiskan waktu sekitar 45 – 60 menit.
Pos 1- pos 2
Perjalanan dari pos 1 ke pos 2 adalah perjalanan terpanjang di gunung ini. Pendaki harus naik turun bukit untuk bisa sampai di pos 2. Perjalanan ke pos 2 masih melewati jalan setapak yang tersusun dari batuan. Setelah berjalan sekitar 90 – 120 menit maka pendaki akan sampai di pos 2 yang terletak di kiri jalan. Di pos 2 terdapat bangunan yang dapat di gunakan pendaki untuk bermalam.
Pos 2 - pos 3
Setelah melewati pos 2 jalan terus menanjak hingga sampai di pos 3 yang terletak di kanan jalan. Untuk mencapain pos 3 pendaki membutuhkan waktu sekitar 45 – 60 menit. Di pos 3 terdapat bangunan yang dapat di gunakan pendaki untuk bermalam.
Perjalanan ke pos 4 adalah perjalanan paling berat di gunung ini. Pendaki harus melewati jalan yang sangat menanjak. Jalan yang dilewati seperti jalan berbatu yang berbentuk seperti tangga yang berkelak kelok. Untuk sampai di pos 4 memerlukan waktu sekitar 90 - 120 menit. Pos 4 hanyalah tanah datar yang cukup luas. Di pos 4 tidak ada bangunan apapun.
Menuju ke pos 5 pendaki harus mengambil jalan menurun yang mengarah condong ke kanan. 15 - 30 menit kemudian pendaki akan sampai di pos 5. Di tengah jalan pendaki akan melewati goa besar yang terletak di kiri jalan. Di pos 5 ada warung yang menjual makanan dan minuman. Di sekitar mata air ada gua yang dapat di gunakan pendaki untuk berteduh.
Pos 5 – Puncak
Untuk menuju puncak pendaki memerlukan waktu sekitar 30 – 60 menit melalui jalan yang tidak terlalu berat. Di tengah jalan pendaki akan menjumpai sebuah pertigaan. Yang lurus dan menanjak langsung mengarah ke puncak dan yang berbelok ke kanan mengarah ke kawasan argodalem.
Argodalem adalah keraton makam keramat prabu brawijaya. Di sekitar keraton terdapat rumah yang terbuat dari botol sehingga para pendaki sering menyebutnya rumah botol .
Di kawasan tersebut juga terdapat warung yang menjual makanan dan minuman. Pemilik warung tersebut sudah sangat tenar di kalangan para pendaki. Pemilik warung tersebut adalah seorang nenek yang sering di panggil mbok yem. Para pendaki dapat menginap di warung tersebut . Warung tersebut mampu menampung sekitar 70 – 100 orang. Perjalanan ke argodalem memerlukan waktu sekitar 15 menit
Di kawasan tersebut juga terdapat warung yang menjual makanan dan minuman. Pemilik warung tersebut sudah sangat tenar di kalangan para pendaki. Pemilik warung tersebut adalah seorang nenek yang sering di panggil mbok yem. Para pendaki dapat menginap di warung tersebut . Warung tersebut mampu menampung sekitar 70 – 100 orang. Perjalanan ke argodalem memerlukan waktu sekitar 15 menit
Perjalanan ke puncak memakan waktu sekitar 15 – menit. Umumnya para pendaki melewati jalan menanjak di kiri jalan beberapa meter sebelum sampai di warung mbok yem. Bisa juga pendaki melalui jalan yang lebih landai yang terletak di belakang keraton makam prabu brawijaya. Di puncak ada sebuah tugu besar yang menjadi tanda berakhirnya perjalanan para pendaki.
A. Transportasi
Semarang – Solo – karanganyar – tawangmangu – cemara kandang
B. Informasi
1. Basecamp
Di jalur cemara kandang ada sebuah basecamp di belakang pos perijinan pendakian. Pendaki dapat menitipkan motor atau menginap di situ.
2. Registrasi
5 Ribu / Orang
3. Waktu Tempuh
7 – 8 jam perjalanan
4. Mata air
Mata air hanya terdapat di Pos 3. Mata air tersebut sering di sebut dengan istilah sendang penganten
C. Pendakian
Basecamp – Pos 1
Saat Perjalanan menuju pos 1 pendaki akan mulai memasuki hutan yang cukup lebat. Tak jarang terdapat monyet monyet bergelantungan dan menjatuhkan ranting ranting yang mengagetkan pendaki. Setelah berjalan sekitar 60 – 90 menit maka pendaki akan sampai pada pos 1 yang terletak di kiri jalan.
Pos 1- pos 2
Perjalanan dari pos 1 ke pos 2 hampir mirip seperti perjalanan dari basecamp ke pos 1. Setelah berjalan sekitar 45 – 60 menit maka pendaki akan sampai di pos 2 yang terdapat di kiri jalan
Setelah melewati pos 2 jalan terus menanjak hingga sampai di pos 3 yang terletak di kanan jalan. Untuk mencapain pos 3 pendaki membutuhkan waktu sekitar 60 – 90 menit. Di pos 3 terdapat bangunan yang dapat di gunakan pendaki untuk bermalam. Jika pendaki hendak mengambil air maka pendaki harus berjalan ke arah puncak sekitar 5 menit untuk mencapai mata air. Mata air terdapat di kiri jalur.
Beranjak dari pos 3 pendaki akan berjalan di temani jurang di sisi kiri. Jalur tidak terlalu menanjak karena jalur berkelak kelok. Setelah berjalan sekitar 90 – 120 menit maka pendaki akan sampai di pos 4. Di pos 4 ada sebuah bangunan tembok di kiri jalan. Di depan pos ada sebuah dataran yang cukup luas yang tampak seperti sabana kecil.
Untuk menuju puncak pendaki harus melalui jalur yang naik turun. Pendaki membutuhkan waktu sekitar 2 – 3 jam untuk mencapai puncak. Pendaki akan menemui banyak bunga edelweis yang tampak indah menawan. Beberapa waktu berlalu pendaki akan sampai pada sebuah pertigaan. Jika pendaki mengambil jalan yang lurus maka akan mengantarkan pendaki ke kawasan argodalem.
Argodalem adalah keraton makam keramat prabu brawijaya. Di sekitar keraton terdapat rumah yang terbuat dari botol sehingga para pendaki sering menyebutnya rumah botol . Di kawasan tersebut juga terdapat warung yang menjual makanan dan minuman. Pemilik warung tersebut sudah sangat tenar di kalangan para pendaki. Pemilik warung tersebut adalah seorang nenek yang sering di panggil mbok yem. Para pendaki dapat menginap di warung tersebut . Warung tersebut mampu menampung sekitar 70 – 100 orang.
Argodalem adalah keraton makam keramat prabu brawijaya. Di sekitar keraton terdapat rumah yang terbuat dari botol sehingga para pendaki sering menyebutnya rumah botol . Di kawasan tersebut juga terdapat warung yang menjual makanan dan minuman. Pemilik warung tersebut sudah sangat tenar di kalangan para pendaki. Pemilik warung tersebut adalah seorang nenek yang sering di panggil mbok yem. Para pendaki dapat menginap di warung tersebut . Warung tersebut mampu menampung sekitar 70 – 100 orang.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar