Halaman

Rabu, 04 April 2012

KESENDIRIAN DI PUNCAK PAMUJAN

KESENDIRIAN DI PUNCAK PAMUJAN

hari kamis ini, aku memberanikan diri membolos dari jam pelajaran sekolah, untuk sebuah misi khusus. berteman dengan motor butut milik kakak q, aku pergi seorang diri ke puncak pamujan.
Pagi ini , hujan mengguyur gandrungmangu, sempat ingin mengurungkan niat ini, namun ini adalah misi khusus navigasi dan pencarian tempat CAMPING yang akan saya laksanakan sabtu besok bersama 3 teman saya. 

    jam 8 pagi saya berangkat dari rumah, saya menyempatkan diri singgah sejenak di pos DISHUB gandrungmangu, karena teman saya bekerja d tempat ini. Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi, hati kembali bimbang karena rekan saya menceritakan sisi mistis dari desa pamujan yang begitu mencekam. Saya tetap memberanika diri memacu motor , menerjan jalan ber-air, becek, kerikil dan Lumpur. Jam 10.00 saya sampau di curug pamujan, ini adalah batas perkampungan dengan hutan. Saya titipkamn motor di rumah penduduk., sebelum naik bukit, saya sempatkan untuk menikmati kesunyian curug pamujan.
    jam 10.30 saya mulai beranjak dari curug untuk memulai misi navigasi dan pencarian tempat CAMPING, dengan berbekal air 500 ml. saya mengambil jalur di timur curug pamujan, dengan memulai track yang menajak tanpa bonus. Semangat saya tetap terpompa meskipun terik matahari memeluk tubuh saya. Sekitar 1.5 km berjalan tanpa henti, saya sampai di tempat yang sedikit datar yang pernah saya pakai untuk camping pertama saya di bukit pamujan. Saya sempatkan istirahat sambil menikmati indahnya pedesaan di bawah bukit. Tidak lama berselang, datang 2 orang pencari burung dari dalam hutan. Mereka ikut ber-istirahat bersama saya, karena rasa ingin tahu , saya bertanya tentang bukit ini . sedikit informasi saya dapatkan dari kedua percari burung namun sangan membantu misi saya. 30 menit berlalu dalam perbincangan ini, saya mulai melanjutkan perjaalanan bersamaan perginya kedua pencari burung. 
kali ini track menanjak ditambah semak belukar yang menghadang perjalanan saya, namun ini tetap saya tembus, 1 km saya berjalan dengan sangat lambat, karena tenaga yang terkuras, saya kembali istirahat, kali ini sebuah gubug kecil milik peladang saya singgahi. Saya teguk air sembari menatap kearah selatan, terlihat hamparan sawah dan perkampungan yang sangat luas. Bahkan , kota cilacap terlihat samar2 , karena langit yang berkabut tipis. Perjalanan kembali saya lanjutkan, jalan menajak masih tetap menjadi teman, langkah kecil namun terarah tetap terpacu dalam jarak hanya 500 meter dari gubug tempat saya istirahat, saya dapati sebuah puncak dari bukit pamujan. Sebuah tempat yang menyajikan keidahan alam yang menabjubkan.
    300 MDPL bukit pamujan berhasil saya tapaki seorang diri, ketika saya lihat jam elekrik d tangan kanan ternyata sudah menujukan pukul 12.00 , ditengah teriknya puncak pamujan yang begitu eksotis dalam sudut pandang saya, seakan saya tidak mau beranjak dari tempat ini. 


SAYA MASIH TETAP MELANGKAH

MESKIPUN HARUS MELEWATI TEPI JURANG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar