Halaman

Senin, 09 April 2012

Gunung Arjuna


Gunung Arjuna



Jalur Lawang


A. Transportasi


Semarang – Solo – Sragen – Ngawi – Caruban – Nganjuk – Kertosono – Batu – Malang – Lawang  atau juga  Semarang – Solo – Sragen – Ngawi – Caruban – Nganjuk – Kertosono – Jombang – Mojokerto – Pandaan – Lawang . Pos perijinan pendakian gunung Arjuna Terletak 13 KM dari jalan raya pandaan – Malang yang melewati kawasan lawang.



B. Informasi 


1. Basecamp
Tidak terdapat basecamp di jalur ini. Hanya ada pos perijinan pendakian. Pendaki dapat menitipkan motor di warga setempat atau di pos perijinan.


2. Registrasi
5 Ribu / Orang


3. Waktu Tempuh
9 – 10 jam perjalanan


4. Mata air
- Pos 2
Jika Pendaki telah sampai di pos 2 maka untuk mencapai mata air pendaki harus berjalan sekitar 5-10 menit ke arah kiri jalur
- Pos 3
Jika pendaki telah sampai di pos 3 maka untuk mencapai mata air pendaki harus berjalan beberapa meter ke kanan jalur. Mata air berbentuk sungai yang hanya terisi air pada musim hujan. Jika pendaki berkunjung pada musim kemarau maka hanya akan dijumpai genangan air di sekitar aliran sungai


C. Pendakian


Basecamp – Pos 2




Pertama tama pendaki melewati pintu gapura dan selanjutnya menjumpai kebun teh yang teramat luas. Jalanan aspal berbelok kiri menjadi hidangan pembuka. Pendaki akan melewati sebuah pos satpam di perkebunan teh. Kemudian pendaki akan melewati sebuah desa kecil di kiri jalan. Di tengah jalan pendaki akan melewati pos 1 yang terletak di tengah perkebunan teh. Pos 1 berjarak sekitar 1 jam dari basecamp




Perjalanan di siang hari akan terasa panas karena pendaki akan menyusuri jalan setapak di tengah kebun teh yang bertabrakan langsung dengan matahari. Selang beberawa waktu pendaki mulai meninggalkan kawasan kebun teh dan melewati perkebunan. Jalan yang tersaji akan terasa sangat membosankan. Setelah mendaki 3 – 4 jam maka pendaki akan sampai di pos 2. Di pos 2 ada sebuah bangunan kecil dari kayu yang dapat di gunakan untuk bermalam.




Pos 2 – Pos 3


Di pos 2 ada persimpangan jalan yang ke 2 nya akan sampai pada pos 3. Jalan ke arah kiri akan mengantar anda menuju sabana yang sangat luas. Pemandangan di sini sangat indah,namun jalan ini memutar cukup jauh sehingga mengakibatkan jalan ini sangat datar dan menghabiskan cukup banyak waktu. Membutuhkan waktu sekitar 2 – 3 jam untuk sampai di pos 3.




Perjalanan melewati sabana sangat indah. Kota malang menjadi pesona tersendiri dari mata yang berdiri di kawasan ini. Jalur sangat sempit karena terhalang oleh padang ilalang. Pendaki sebaiknya berhati hati jika melewati kawasan ini. Karena jalur kadang tertutup oleh rumput yang lebat.


Sedangkan Jalan ke arah kanan menuju punggungan bukit yang sangat menanjak. Setelah menyebrang sungai kering di sisi kanan lintasan akan sampai pada punggungan bukit yang menanjak. jalan ini lebih singkat namun lebih berat. Jalur ini akan memakan waktu yang lebih singkat daripada jalur yang melewati sabana.


Pos 3 berbentuk dataran sempit tanpa bangunan pos. Di pos 3 terdapat mata air yang ada jika musim hujan di sebelah kanan lintasan. Mata air tersebut berbentuk sungai dan terletak sekitar 30 meter dari lintasan.


Pos 3 – Pos 4


Beranjak dari pos 3 pendaki akan mulai memasuki kawasan hutan cemara. Jalur sangat rimbun bahkan tak jarang jalur tak terlihat karena tertutup rumput. Rumput dan ilalang pun berdiri tegak setinggi leher manusia. Perjalanan ke pos 4 memerlukan waktu sekitar 90-120 menit.




Pos 4 adalah dataran yang cukup luas yang mampu menampung beberapa tenda. Di pos 4 tidak ada bangunan apapun yang dapat di gunakan untuk berlindung. Puncak arjuna terlihat sangat dekat dari pos 4.


Pos 4 – Puncak




Lepas landas dari pos 4 pendaki akan melewati kawasan hutan lali jiwa. Hutan ini sangat lebat sehingga membuat jalan menjadi tak jelas. Di sini pendaki akan melewati rerumputan setinggi manusia dewasa. Jalur menjadi sangat tidak jelas dan membingungkan. Setelah 1 jam perjalanan pendaki akan keluar dari hutan lali jiwa. Setelah keluar dari hutan lali jiwo pendaki akan melewati sebuah sabana yang terdapat di tengah hutan cemara. Total waktu yang dibutuhkan untuk menggapai puncak dari pos 4 adalah sekitar 2 – 3 jam.




Di puncak pendaki dapat menyaksikkan gunung semeru yang tampak gagah berdiri. Di belakang gunung Semeru terdapat gunung argopura yang terlihat mistis. Kota kota tampak berserakan di bawah langit yang tampak membiru. Puncak welirang akan terlihat mengepul karena mengeluarkan belerang.




Dari puncak arjuna pendaki juga dapat melanjutkan perjalanan ke puncak welirang. Pendaki harus turun ke pondokan yang memerlukan waktu sekitar 2 jam dan melanjutkan perjalanan ke puncak welirang dengan jarak 2 - 3 jam. Pondokan adalah tempat pemukiman warga yang mencari belerang. Pondokan merupakan slah satu kawasan yang biasanya di pakai beristirahat oleh para pendaki yang mendaki lewat jalur tretes sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak arjuna atau welirang. Alternatif lain jika ingin melanjutkan perjalanan ke puncak welirang adalah dengan lewati puncak kembar 1 dan puncak kembar 2. Jalur yang dilalui akan sangat extreme dan berbahaya. Pendaki dapat turun ke lembah kidang dan mengikuti jalur yang mengarah ke puncak kembar 1 dan puncak kembar 2






Jalur Tretes


A. Transportasi


Semarang – Solo – Sragen – Ngawi – Caruban – Nganjuk – Jombang – Mojokerto – Pandaan – Tretes. Untuk menuju kawasan tretes sangatlah mudah karena banyak petunjuk jalan yang akan mengantarkan anda ke tujuan. Sesudah pendaki sampai di kawasan wisata tretes, pendaki dapat mencari pos perijinan yang terletak di seberang hotel tanjung.


B. Informasi


1. Basecamp
Di jalur tretes tidak terdapat basecamp. Para pendaki biasanya beristirahat di mushola kecil di belakang pos perijinan. Namun para pendaki dapat menitipkan motor di pos perijinan.


2. Registrasi
5 Ribu / Orang


3. Waktu Tempuh
11 – 12 jam perjalanan


4. Mata air
Terdapat mata air di pet bocor,kokopan dan pondoan


C. Pendakian


Basecamp – Pet Bocor


Hingga Pet Bocor jalur masih rapi disemen dengan kemiringan yang sangat tajam, sehingga bisa dijadikan pemanasan pendakian yang cukup menguras nafas dan tenaga. Dengan suasana lingkungan yang bersih dan sejuk karena masih terlindungi oleh pohon-pohon besar. Setelah berjalan sekitar 10 – 15 menit pendaki akan bertemu dengan sebuah bangunan yang rencananya akan digunakan sebagai villa. Setelah itu jalur yang dilewati pendaki akan bersatu dengan jalur yang berasal dari air terjun kakek bodo. Jalan yang dilewati masih berupa jalan yang di semen sehingga mobil jip bahkan motor bisa sampai di pos pet bocor. Perjalanan dari basecamp ke pet bocor membutuhkan waktu sekitar 45 – 60 menit.


Di pos pet bocor terdapat sebuah warung di sebelah kiri jalan. Di depan warung ada banyak tempat datar yang biasanya digunakan sebagai tempat berkemah. Pendaki papat mengambil air di pipa kecil yang ada di depan warung.


Pet Bocor – Kokopan


Beranjak dari pos pet bocor jalur yang dilewati pendaki masih sama seperti sebelumnya. Beberapa menit berselang maka pendaki akan sampai pada pos pemeriksaan pendakian yang terletak di kanan jalan. Setelah itu jalanan yang tadinya rata berubah menjadi jalanan berbatu yang sudah rusak. Jalanan ini biasanya di lewati mobil jip pengangkut belerang hingga ke pondokan.


Beranjak dari pos pemeriksaan pendaki akan melewati daerah perkebunan penduduk. Di daerah ini nyamuk sangat banyak dan terkadang nyamuk demam berdarah juga berterbangan mengintai pendaki. Pendaki akan terus melewati jalan berbatu yang membosankan hingga sampai pada pos kokopan. Untuk sampai di pos kokopan pendaki membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan.




Di pos kokopan terdapat sumber air yang berasal dari sungai yang mengalir deras. Di situ juga terdapat sebuah tempat MCK sederhana yang sudah mulai rusak. Di depan tempat MCK terdapat bangunan seperti warung yang buka pada hari hari tertentu. Di depan sekitar warung banyak bongkahan belerang yang berbau menyengat.


Kokopan – Pondoan


Menuju pondokan pendaki dapat menggunakan 2 jalur. Jalur yang pertama pendaki dapat melewati jalur yang berupa jalan setapak yang sangat menanjak. Jalur akan membentang di tengah hutan dengan di hiasi semak semak yang cukup lebat. Menggunakan jalur ini pendaki akan sampai di pondokan sekitar 3 – 4 jam.
Pendaki dapat juga menggunakan jalur mobil jep yang menuju kokopan. Jalur yang di lalui akan membentang di tengah tengah hutan cemara. Jalur membentang sangat landai dan jauh sehingga akan membuat bosan perjalanan para pendaki. Beberapa menit sebelum pondokan pendaki akan melewati sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan belerang. Di sinilah para mobil jep mengangkut belerang yang telah di kumpulkan oleh para penambang. Beberapa menit berjalan maka pendaki akan sampai di pondokan. Dengan menggunakan jalur jep pendaki akan menghabiskan waktu sekitar 4 – 5 jam perjalanan.




Pondokan adalah sebuah pemukiman kecil yang digunakan para penambang belerang untuk singgah. Penambang belerang ini kebanyakan adalah orang madura. Pendaki tidak disarankan untuk meninggalkan apapun dan menitipkan apapun di kawasan pondokan karena banyak barang barang pendaki hilang di daerah ini. Pendaki dapat mengambil air di sungai yang terletak di kanan lintasan.




Pondoan – Puncak Arjuna


Untuk mencapai puncak arjuna pendaki dapat mengikuti jalan yang berbelok ke kiri dan terus menanjak. Jalur yang dilewati akan membentang di tengah hutan pinus yang cukup lebat. Di tengah jalan pendaki akan sampai pada sebuah kawasan yang bernama lembah kidang. Di area ini terdapat sebuah pertigaan yang mana jalan ke kanan adalah jalan menuju puncak welirang melewati puncak kembar 1 dan puncak kembar 2. Jalan yang dilewati menuju puncak welirang akan sangat berbahaya karena jalur sangat tipis dan membentang melewati tebing dan jurang. Di lembah kidang terdapat sumber air yang dapat di pakai oleh pendaki. Dari pondokan ke puncak arjuna memakan waktu sekitar 4 jam perjalanan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar