Halaman

Selasa, 10 April 2012

NUSAKAMBANGAN XPDC- MENJADI KEKUATAN


malam itu kami berempat triyanto,bangun surya juliyanto dan agung priyanto mengikuti kegiatan PTS (penerimaan tamu saka) saka bhayangkara gandrungmang, kebetulan kami berempat adalah panitia kegiatan tersebut. kegiatan berjalan lancardan kondusif, tetapi kami ber-empat tidak melaksanakan tugas dengan baik (maklum saja, senior ndableg).
pagi pun menyambut, disinilah titik permasalahan yang sesungguhnya, kami berempat d pagi itu bukanya melaksanakan tugas panitia malah enak2kan tidur dan bergembira ria di salahsatu rumah dinas polisi yang ada di komplek polsek gandrungmangu.
ketika itu pembina saka bhayangkara gandrungmangu mencari kami karena kegiatan menjadi keluar jalur. salah seorang panitia (maaf saya sebutkan namanya) atiqurahman, datang dan masuk kerumah tempat kami tiduran tanpa sapa dan salam , dia langsung gedor pintu sambil berteriak. " AGUNG,SIHUN,BANGUN,DAN TRIYANTO DISINI PAK MUJI (panggilan akrab pembina kami), LAGI PADA TIDUR". mendengar teriakan itu, kami berempatpun langsung naik darah dan langsung mendatangi ruangan kegiatan yang kebetulan sedang ada meeting. tanpa pikir panjang , kami berempat langsung memarahi anak tersebut dan menyatakan keluar dari kegiatan tersebut (sebenarnya yang salah kami atau dia ? hee heee). kami bergegas dan pergi meninggalkan polsek gandrungmangu langsung meluncur ke smp tunas harapan , yang ketika itu menjadi base camp kami. dalam suhu otak yang panas, muncul-lah ide gila "AYO KITA CAMPING KE NUSAKAMBANGAN"  ketika itu, adrenalin kami berpacu sangat kuat dan langsung mengatur strategi untuk pergi ke nusakambangan (SUNGGUH IDE YANG GILA). selanjutnya kami meluncur ke rumah AGUNG RIYANTO untuk persiapan, disini semuanya tersusun rapih, walaupun sebenarnya acak-acakan (he he he...). ada yang cari tikar, peralatan masak, beras,tenda (ketemunya tenda buat jemur padi), dengan uang iuran Rp.100.000,- mungkin, kami berangkat menuju desa yang berbatasan laut dengan nusakambangan , namanya desa panikel.
kebetulan d panikel mempunyai teman yang bisa kami ajak ke nusakambangan sebagai penujuk jalan. sesampainya di panikel, kami langsung melakukan musyawarah kecil dengan keluarga teman kami yang namnya JAYNUDIN. terjadilah pembicaraan yang lama, karena jaynudin tidak d ijinkan ikut bersama kami ke nusakambangan, kami pun mulai resah karena kami harus menyusuri nusakambangn tanpa ada penujuk jalan. keresahan itu diperkuat ketia kami mencari perahu sewa untuk ke nusakambangan tetapi tidak ada perahu yang bisa kami sewa ( bisa-bisa rencana ke nusaakambangan gagal total). akhirnya dengan usaha keras ayah jaynudin, kami mendapatkan perahu yang siap mengantarkan kami ke nusa kambangan pulang pergi, walaupun denganbiaya yang selangit, sekitar Rp.75.000,- (habislah uang kita).
 namun kami tetap berangkat dan meminta di jemputpada hari ke tiga. kami sampai disebuah dermaga klaces, sebuah desa di pulau nusakambangan dan ibukota kecamatan kampung laut.
 sebenarnya rencana kami ada 5 orang yang akan ikut ke nusakambangan, namun salah seorang yang bernama BUDI HERMAWAN terpaksa harus kembali kerumah setelah sampai di panikel (rumah jaynudin) karena dia belum minta ijin kepada orang tuanya.
disinilah awal perjalanan yang sesungguhnya akan dimulai, bingung, was-was, dan takut menghantui pikiran kami di desa klaces. sesampainya di pulau nusakambangan kami langsung melapor pada KEPALA POS TNI AL yang berada di muka pelabuhan, kami tidak bilang mau melakukan petualangan namaun akan melakukan survay untuk suatu kegiatan, maklum saja nusakambangan bukanlah tempat yang bebas untuk umum, dan pastinya bila kami sampaikan yang sebenarnya pasti tidak diijinkan( jangan ditiru), sebagai jaminan atas aktifitas selama kami d nusakambangan KTP saya pun harus di tinggal di POS TNI AL sampai kami pulang. selanjutnya kami menuju ke kantor kecamatan kampung laut yang rencananya akan melapor kepada camat, namun karena waktu sudah pukul 4 sore, kantor kecamatan pun sudah tutup dan tidak dijumpai orang satupun, kemudian kami beranjak dari kecamatan untuk mencari rumah kepala desa klaces, sesampainya dirumah kepala desa, sambutan hangat terlihat dari keluarga kepala desa. kamipun menceritakan maksud kedatangan kami ke nusakambangan dan laporanya pun sama seperti di POS TNI AL .
intinya pihak kepala desa mengijinkan aktivitas kami dan memberikan penjelasan atas apa yang ada d desa klaces tidak lupa juga larangan atas tempat2 tertentu. kami dilarang masuk melebihi kawasan perbatasan hutan. dengan alasan masih banyak hewan buas dan sesuatu yang disebut mistis. karena waktu sudah sore, kepala desa klaces menawarkan ruangan untuk kami bermalam dirumahnya (sungguh baik memang), namun kami secara halus menolak dan melanjutkan perjalanan ke perbatasan desa dengan hutan. disini suasana sangatlah sunyi ditambah dengan sebuah goa yang dijadikan panembahan oleh warga.
sekitar setengah 6 sore kami sudah berada di hutan nusakambangan yang jaraknya sekitar 0,5 km dari desa klaces dan kami langsung mengatur strategi selanjutnya,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar