Gunung Sumbing
Jalur Garung
A. Transportasi
Semarang – Ungaran – Bawen – Temanggung – Parakan - Garung
B. Informasi
1. Basecamp
Di jalur garung terdapat basecamp yang dapat digunakan oleh para pendaki untuk bermalam.
2. Registrasi
5 Ribu / Orang
3. Waktu Tempuh
4. Mata air
Ketika perjalanan dari pos 1 ke pos 2 pendaki akan melewati sebuah sungai yang cukup deras sehingga Pendaki dapat mengambil air di situ. Selain itu di pos 2 juga terdapat air
C. Pendakian
Basecamp – Pos 1
Untuk mendaki gunung ini lewat jalur garung terdapat 2 jalur yang dapat di gunakan. Melalui punggungan sebelah kiri sering di sebut sebagai jalur lama sedangkan melalui punggungan sebelah kanan sering di sebut jalur baru. Umumnya para pendaki akan melewati jalur baru karena lebih mudah dan singkat.
Beranjak dari basecamp pendaki akan melewati perkampungan dan perkebunan untuk sampai di pos 1. Jalan yang dilalui sangat rumit sehingga banyak pendaki yang tersesat di perkebunan. Beranjak dari basecamp pendaki akan menjumpai sebuah perempatan di tengah pemukiman. Ambil jalan yang berbelok ke kanan sampai mentok dan berbelok ke kiri. Setelah itu pendaki akan melewati sebuah jembatan kecil yang menandakan pendaki telah keluar dari pemukiman. Beberapa langkah setelah jembatan maka pendaki akan menemukan sebuah pertigaan. Ambil jalan ke arah kiri dan menanjak ke perkebunan. Sungai akan berada di sebelah kiri jalur pendakian. Setelah itu pendaki akan menemukan banyak persimpangan di perkebunan. Beberapa menit sebelum pos 1 pendaki akan menyebrangi sungai dengan arus yang cukup deras. Untuk menuju pos 1 membutuhkan waktu sekitar 60 - 90 menit. Di pos 1 terdapat sebuah bangunan kecil yang hampir rusak di sebelah kanan jalan
Pos 1 – Pos 2
Menuju pos 2 pendaki akan melewati jalur yang lebih menanjak. Jalur akan membentang di hutan gunung sumbing yang terkenal gundul. Jika melakukan perjalanan di siang hari maka akan terasa sangat panas. Sekitar 60 - 90 menit dari pos 1 maka pendaki akan sampai di pos 2. Letak pos 2 agak tersembunyi. Jika pendaki melewati sebuah pertigaan yang mana ada sebatang pohon patah setinggi 1 meter yang terbakar di kanan jalan. Maka pendaki akan sampai di pos 2 setelah beberapa meter berbelok ke kanan. Di pos 2 terdapat bangunan pos yang terbuat dari kayu. Pendaki dapat bermalam di pos ini.
Untuk mengambil air maka pendaki harus melewati jalan yang ada di belakang pos. Setelah berjalan sekitar 5 – 10 menit maka pendaki akan sampai pada sebuah pertigaan. Dengan berbelok ke kanan sejauh 10 meter maka pendaki akan sampai pada sebuah sungai. Sungai ini hanya terisi air pada waktu musim hujan. Jangan mengikuti jalan menanjak yang ada di seberang sungai karena akan membawa pendaki tersesat. Jika pendaki berbelok ke kiri maka pendaki akan sampai di sebuah in memoriam yang bertuliskan Tri Antono. Nisan tersebut terletak di bawah pohon besar di kanan jalur. Tepat di kawasan tersebut pendaki akan bertemu dengan jalur dari pertigaan di pos 2 yang lurus (pertigaan yang mana ada sebatang pohon patah setinggi 1 meter yang terbakar di kanan jalan).
Dari pos 2 sebaiknya pendaki kembali ke pertigaan dan mengikuti jalan yang lurus. Beberapa menit berjalan maka pendaki akan sampai pada sebuah in memoriam bertuliskan tri antono. Jalur akan mulai keluar dari hutan dan melewati kawasan padang rumput. Jalur terdiri dari tanah merah yang kering. Jika melakukan pendakian di siang hari maka akan sangat panas dan berdebu. Jalur akan terus menanjak hingga kawasan pestan. Yaitu sebuah kawasan yang mana menjadi bertemunya jalur baru dengan jalur lama. Jalur lama akan menyatu dengan jalur baru yang terletak di punggungan sebelah kanan jalur lama.
Kawasan ini dapat digunakan untuk mendirikan tenda para pendaki. Kawasan ini terletak di daerah yang terbuka yang mana angin akan langsung menerjang tenda pendaki tanpa terhalang oleh apapun. Untuk menuju pestan memerlukan waktu sekitar 6o menit.
Kawasan ini dapat digunakan untuk mendirikan tenda para pendaki. Kawasan ini terletak di daerah yang terbuka yang mana angin akan langsung menerjang tenda pendaki tanpa terhalang oleh apapun. Untuk menuju pestan memerlukan waktu sekitar 6o menit.
Beberapa menit dari pestan pendaki akan sampai pada sebuah kawasan yang bernama pasar watu. Di daerah tersebut banyak terdapat batu batu yang cukup besar berserakan. Jika cuaca cerah maka pendaki dapat melihat ke agungan gunung sindoro yang berdiri gagah di seberang. Beranjak dari pasar watu maka pendaki akan sampai pada sebuah pertigaan. Ke kanan dan menanjak adalah jalan menuju sebuah puncak bukit. Jalan tersebut akan berakhir di puncak bukit tersebut alias jalan buntu.
Untuk meneruskan perjalanan pendaki harus melewati jalan yang turun ke arah kiri. Beberapa menit dari pertigaan jalur akan memanjat sebuah tebing yang cukup curam. Di kiri jalur terdapat sebuah lembah yang indah. Jalan akan memutar ke kanan mengitari bukit yang barusaja di lewati. Jalan akan terus menanjak hingga sampai di watu kotak. Perjalanan ke watu kotak memakan waktu sekitar 90 – 120 menit. Watu kotak adalah sebuah batu yang sangat besar dan terletak di kanan jalur. Batu tersebut berbentuk kotak dengan ketinggian sekitar 20 meter. Pendaki dapat berteduh di tanah datar yang terletak di bawah watu kotak karena cahaya matahari akan terhalangi oleh watu kotak.
Menuju puncak pendaki harus kembali mengikuti jalan yang menanjak. Pendaki akan mulai melewati bunga edelweis yang sangat indah. Sekitar 45 – 60 menit kemudian pendaki akan sampai di puncak buntu. Biasanya para pendaki mengakhiri perjalanan di puncak ini karena jalan menuju puncak tertinggi terlalu berbahaya.
Setelah sampai di puncak buntu pendaki dapat melihat kawah sumbing yang sangat mempesona. Kepulan asap belerang terlihat indah di sela tebing tebing. Jika pendaki menengok ke sebelah kanan maka pendaki akan melihat puncak tertinggi sumbing yang di sebut puncak rajawali. Jika ingin mendaki hingga puncak rajawali pendaki harus membawa peralatan Climbing
A. Transportasi
Semarang – Ungaran – Bawen – Temanggung – Cepit . Setelah sampai di kota temanggung maka pendaki harus mencari rumasakit Ngesti waluyo. Di samping rumasakit akan ada sebuah jalan kecil yang menanjak sepanjang 13 KM menuju desa cepit.
B. Informasi
1. Basecamp
Di jalur ini tidak ada basecamp. Para pendaki dapat menitipkan motor di rumah penduduk . Sebelum melakukan pendakian sebaiknya pendaki lapor dahulu ke rumah RT setempat
2. Registrasi
5 Ribu / orang
3. Waktu Tempuh
9 – 10 jam perjalanan
4. Mata air
Mata air terletak di sungai yang akan dilewati sebelum sampai di pos 1 dan sungai yang mengalir di atas pos 3. Sungai tersebut hanya terisi air ketika musim hujan
C. Pendakian
Basecamp – Pos Pengamatan
Pendaki akan melewati jalan aspal sekitar 90 – 120 menit untuk sampai di pos pengamatan. Jalan yang dilalui pendaki membentang di tengah tengah perkebunan penduduk. Sebelum sampai pos pengamatan pendaki akan melewati sebuah bangunan kecil di kiri jalan. Sebelum sampai di pos pengamatan pendaki akan melewati sebuah pertigaan. Ambil jalan ke arah kiri menuju pos pengamatan. Menurut kabar yang beredar di kalangan penduduk pos pengamatan di jaga oleh harimau siluman
Pos pengamatan - pos 1
Setelah itu pendaki akan memasuki jalur pendaki di tengah hutan cemara. Di tengah jalan pendaki akan bertemu dengan sungai di sebelah kanan jalan. Pendaki dapat mengambil air di sungai tersebut ketika musim hujan. Perjalanan ke pos 1 akan membutuhkan waktu sekitar 60 menit. Di pos 1 terdapat sebuah bangunan yang di kiri jalan yang dapat digunakan pendaki untuk bermalam.
Jalur yang dilewati akan terus menanjak hingga ke pos 2. Keadaaan jalur yang dilalui tak jauh berbeda dengan sebelum sebelumnya. Untuk sampai di pos 2 memakan waktu sekitar 60 menit. Di pos 1 terdapat sebuah bangunan yang di kiri jalan yang dapat digunakan pendaki untuk bermalam. Jika bermalam di pos 2 pendaki akan sangsung di terjang angin karena letak pos 2 cukup terbuka.
Menuju pos 3 akan membutuhkan waktu sekitar 60 menit perjalanan. Di pos 3 tidak terdapat bangunan apapun. Di pos 3 jalur yang dilewati akan membentang di padang rumput yang hijau dan indah. Bebatuan besar akan mulai menghiasi jalur yang dilewati pendaki.
Beberapa langkah dari pos 3 pendaki akan menyeberangi sungai yang berisi air ketika musim hujan. Sungai harus berada di kiri jalan sepanjang perjalanan ke puncak sumbing. Perjalanan dari pos 3 ke puncak sangat indah. Bisa di bilang pemandangan terbaik di antara gunung gunung jawa tengah. Jalur akan membentang di tengah rerumputan yang hijau .
Di sebelah kanan pendaki dapat melihat gunung sindoro yang tampak gagah berdiri. Jika pendaki menengok ke belakang maka akan tampak kota temanggung yang terlihat asri. Perjalanan menuju kawah sumbing memerlukan waktu sekitar 3 – 4 jam perjalanan melalui jalan yang sangat menanjak di medan yang sangat terbuka.
Di sebelah kanan pendaki dapat melihat gunung sindoro yang tampak gagah berdiri. Jika pendaki menengok ke belakang maka akan tampak kota temanggung yang terlihat asri. Perjalanan menuju kawah sumbing memerlukan waktu sekitar 3 – 4 jam perjalanan melalui jalan yang sangat menanjak di medan yang sangat terbuka.
Kawah sumbing akan terisi air ketika musim hujan. Dari kawah sumbing pendaki dapat memanjat ke puncak buntu di sebelah kanan jalan melalui jalan yang terjal. Jalan ke kiri akan mengantarkan anda ke kawah belerang sumbing yang masih aktif. Di sini akan terlihat kepulan asap belerang dengan bau yang menyengat. Biasanya para pendaki mengakhiri perjalanan di puncak buntu ini karena jalan menuju puncak tertinggi terlalu berbahaya.
Setelah sampai di puncak buntu pendaki dapat melihat kawah sumbing yang sangat mempesona. Kepulan asap belerang terlihat indah di sela tebing tebing. Jika pendaki menengok ke sebelah kiri / barat maka pendaki akan melihat puncak tertinggi sumbing yang di sebut puncak rajawali. Jika ingin mendaki hingga puncak rajawali pendaki harus membawa peralatan Climbing























Tidak ada komentar:
Posting Komentar